Saya pikir, selera makan Asa tidak jauh berbeda dengan selera makan anak-anak kebanyakan. Walaupun setiap anak memiliki makanan favorit berbeda, namun kebanyakan dari mereka tergolong picky eater atau pilih-pilih makanan.
Sebut saja yang umum menjadi makanan favorit anak :
-Mie dan berbagai olahannya
-Ayam goreng ala resto fried chicken
-Telur
-Telur
-Nuget
-Sosis
-Kue dan permen yang manis
dan kira-kira ini menu yang paling tidak disukai :
-Sayur, apalagi yang cenderung pahit dan keras
-Ayam dan daging yang dagingnya keras dan alot
-Ikan dan jenis seafood lainnya
-Buah-buahan, terutama yang asam
Padahal, sebagai ibu yang sangat tahu bahwa kebutuhan gizi seimbang bisa diperoleh dari aneka sumber makanan, sudah semestinya saya berusaha keras agar Asa mau makan berbagai jenis makanan. Saya termasuk satu diantara jutaan ibu yang khawatir anak-anak kekurangan gizi tertentu
Hingga kemudian saya menyadari harus segera menyelamatkan pola makan Asaku. Saya tidak ingin terlibat perang dengan anak dalam urusan makan. Memaksakan anak memakan sesuatu justru akan membuatnya trauma. Jadi, saya menyiasati bagaimana agar pada menu favorit anak terkandung gizi yang cukup.
Ada beberapa solusi cerdas yang saya lakukan agar anak mau memakan aneka jenis makanan, yaitu:
- Mencampurkan sayur pada menu favorit seperti mie, perkedel atau soto dalam bentuk irisan kecil atau memanjang sehingga tercampur dan tidak terlalu kelihatan mencolok.
- Merebus sayur dan hingga lembut agar lidah anak bisa menerimanya. Memang sih, merebus terlalu lama dapat mengurangi kandungan nutrisi. Ini sifatnya sementara saja, sampai anak terbiasa makan sayuran. Perlahan, anak diperkenalkan pada makanan yang lebih padat.
- Daging sapi dan ayam disuwir atau iris halus agar tidak terasa keras dimulut. Biasanya anak menolak daging yang alot karena giginya belum kuat untuk menggigit.
- Mengganti istilah perkedel kentang dan bakwan jagung dengan istilah nuget kentang dan naget jagung. Tampaknya, penolakan anak terhadap makanan tertentu sejak sebelum mencobanya karena sudah terlanjur menyukai satu jenis makanan dan sangat fanatik dengan namanya.
- Menyajikan buah dalam bentuk jus dan ditambah susu agar berkurang rasa asamnya.
- Menyajikan menu dengan tampilan semenarik mungkin. Misalnya puding dengan irisan buah diatasnya. Atau nasi goreng dicetak bulat dengan irisan tomat dan telur dadar suwir yang ditata menarik.
- Berusaha memasak sendiri untuk anak-anak. Kelihatan sekali bahwa anak-anak menyukai masakan saya walaupun hanya berupa telur ceplok. Nah, kenapa tidak mencoba menu-menu lain yang bervariasi. "Sentuhan mama" tampaknya menjadi bumbu penambah selera makan anak-anak.
- Suasana makan yang menyenangkan. Tidak harus sambil bermain atau berlarian, menyenangkan artinya tidak ada paksaan. Saya mencoba mempercayai perasaan kenyang dan lapar anak-anak. Jika mereka menolak, ya percaya saja bahwa dia sedang kenyang. Beberapa saat kemudian, baru dicoba menawarkan makanan lagi.
Nasi soto dicampur irisan sayur kecil-kecil dan lunak
Buah warna-warni diatas puding,
campur vla susu untuk mengurangi asam.
"Nuget" kentang yang didalamnya ada irisan bayam
Mie sayur, ayam dan telur yang iris kecil dan lembut.
foto pinjam dari sini
wah mama asa pinter masak jg ya
BalasHapusMenu standar aja..tapi pake trik hehehe..
Hapustulisan yang bagus mbak ... anakku dah doyan sayur dan buah sejak mpasi. g perlu trik disembunyikan begitu. kacang panjang dikukus saja doyan. alhamdulillah. moga anak2 kita selalu sehat dan cerdas ya..
Hapussyukurlah mba Henny, pasti seneng anaknya doyan sayur. Kalo anakku nurun emaknya....*ups..
Hapuswih, bisa jadi inspirasi ni, mbak. Ceritane persis bener ma Hana; waktu bayi semua sayur oke, giliran dah kenal jajan di luar, jadi milih-milih. Paling suka dgn tips: mengganti istilah nama makanan...Keren tuh
BalasHapusada lagi...Nuget kedelai alias tempe hahaha...
HapusAlhamdulillah ini yang saya cari mbak Afin, bagus banget Tips nya, sya juga punya 2 balita yang kurang suka makan sayuran, kalau buah2an inshaa Allah suka, saya coba di rumah ahhh, hatur nuhun!!
BalasHapusSelamat mencoba mba Aisah..
HapusBtw, ini Arin, mba :D :D
wah mbak Arin, inspiratif tulisannya. minder duluan mau ngikut, hehe
BalasHapusAyolah, apa sih nggak bisa dicurhatkan oleh ibu-ibu tentang anaknya :)
Hapusbagus banget tulisannya, mba :)
BalasHapusanak pertama saya juga susah sekali makan sayur. jadi saya siasati buat fritata. nasi campur telur, lauk (ayam suwir atau ikan atau apapun), sayur apapun sesuai stok yang diparut, keju parut, kasih kaldu, merica dikit, garlic powder, dan oregano (buat wangi2an). terus dimasak di teflon yg minyaknya dikiiiiiiiit banget, dibentuk bulet deh. saya nyebutnya rice pizza, bair anak2 doyan. hehehhehe
asyiik dapat resep baru dari mba Istiadzah, coba ah...thanks yaaaaaa
HapusMasakan plus tulisan dua-duanya uenak tenaaaan. Klu aku masak spt ini yg ngabisin bapaknya duluan. He..he...congrate ya jeng.
BalasHapusada tips satu lagi biar nggak dihabisin sama bapaknya, masak sambal belakangan, ahhaaay...
HapusKalau lihat fotosnya sih bukan cuma anaknya yang bakalan laper tapi emaknya juga :D
BalasHapushahahaha....iya bener. Biar makanan bertahan sampai saat dihidangkan, emaknya mesti ngebaso dulu sebelum memasak hihihi... *tips yang aneh
Hapusselain pinter nulis pinter masak juga ternyata jempolan deh
BalasHapuscoba tebak..mana yg masakanku mana yg bukan, hayooo...
Hapusbagi doooong donatnya, hehehe,,nikmatt kayanya
BalasHapusItu donat beli..hehehehe
Hapus