Setiap anak sebenarnya mempunyai sifat natural ingin tahu dan belajar akan sesuatu. Tapi seringkali orang dewasa "memaksa" anak-anak untuk belajar mengikuti cara orang dewasa. Membaca buku pelajaran, menghapal, menulis dengan rapi, duduk manis dengan kursi dan meja, serta target belajar sekian jam dalam sehari.
Mari renungkan, kenapa anak-anak lebih mudah menghapal lagu daripada menghapal pelajaran sekolah? Ya, karena menyanyikan lagu lebih mudah dipahami, menyenangkan dan rileks dibandingkan mengingat materi pelajaran. Nah, kunci belajar efektif adalah menyenangkan.
Karakter belajar setiap anak berbeda satu sama lain. Memahami karakter belajar anak adalah bekal kita mendorong agar belajar anak lebih efektif. Setiap anak punya kekuatan dan kelemahannya, serta cara yang efektif bagaimana sebuah informasi bisa diproses dan diterima. Karena itu, hindari tekanan dan konflik saat anak belajar.
Karakteristik belajar anak ada yang visual , auditif dan kinestetik (banyak bergerak).
Karakteristik belajar visual tandanya anak suka membaca, mengingat dengan cara melihat kertas, lebih senang melihat daripada berbicara, dan suka mencoret kertas.
Karakteristik belajar auditif ditandai dengan kebiasaan berbicara sendiri atau kepada orang di sekitarnya, mudah mengingat nama, mengenali variasi suara orang, mudah memahami konsep dengan cara berbicara dan mendengar, menikmati musik, dan bersenandung.
Karakteristik belajar kinestetik ditandai dengan suka bergerak, suka menyentuh lawan bicara, mengetuk-ngetuk kaki, tidak suka membaca, senang mencoba hal-hal baru, aktif, dan tak suka duduk lama-lama.
Di usia balita, gaya belajar anak akan berkembang dan ketiganya digunakan bersama-sama. Di usia sekolah, salah satu gaya belajar anak akan lebih menonjol atau dominan. Kita tak perlu menunggu hingga anak masuk usia sekolah untuk mengenali gaya belajarnya. Semakin cepat memahami anak semakin baik.
Ditambah lagi kesibukan anak-anak jaman sekarang sudah jauh berbeda dengan masa saya kecil dulu. Jam sekolah yang lebih lama, jalanan macet menyebabkan anak berangkat lebih awal dan pulang lebih cepat, sehingga sampai rumah anak sudah kelelahan. Mana bisa belajar lagi? Tentu inginnya bersantai dan bermain.
Seperti yang terjadi pada putri saya Cinta (9 tahun). Sepulang sekolah pukul 16.00 WIB tidak tega rasanya memintanya belajar lagi. Untungnya hari sabtu sekolahnya libur dan PR hanya diberikan akhir pekan, bukan setiap hari. Tiba di rumah biasanya Cinta langsung mandi, lalu duduk santai di teras sambil main HP. Beberapa game telah dipasang di smartphone ACERnya. Saya tidak melarangnya, hanya membatasi waktunya hingga menjelang makan malam. Game membuat anak refreshing sambil melatih ketangkasan dan menstimulasi kecerdasan. Asalkan dilakukan dalam waktu yang wajar sehingga tidak membuat ketagihan.
Baru-baru ini saya memasang Aplikasi Anak Cerdas di smartphone Cinta. Saya memilih aplikasi ini konon merupakan aplikasi yang aman untuk anak yang suka main gadget. Anak bisa bermain sambil belajar dan fitur-fiturnya bisa dikontrol oleh orangtua.
Dasar anak generasi gadget ya, baru sehari diinstalkan Aplikasi Anak Cerdas Cinta sudah eksplorasi ke berbagai fiturnya. Semakin jauh ternyata aplikasi Anak Cerdas ini "kaya" aplikasi seru di dalamnya.
Coba lihat laman depan Aplikasi Anak Cerdas ini. Tampak begitu menarik dengan gambar anak-anak dengan berbagai profesi yang dicita-citakan. Jelas visinya adalah membantu anak belajar dan menstimulasi kecerdasan agar kelak anak bisa meraih cita-citanya.
Berikutnya akan masuk pada pilihan menu Dunia Anak, Dunia Tekno dan Pengaturan.
Pada menu Dunia Anak akan ada pilihan Mari Bermain dan Latihan Yuk!
Kalau kita pilih menu Latihan Yuk akan masuk ke profil anak. Jika belum mengisi profil diisi saja sesuai kelas anak sehingga akan diarahkan pada soal-soal latihan yang sesuai dengan kelasnya. Setelah memilih profil, akan terlihat pilihan soal-soal bidang matematika, sains, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Beda lagi kalau anak memilih menu Mari Bermain. Yang akan terlihat adalah banyak pilihan aplikasi-aplikasi tambahan dengan 3 kategori yaitu Edukasi ,Permainan dan Buku Cerita. Untuk masing-masing aplikasi ini kita harus mengunduh dengan Playstore. Hanya orangtua yang bisa mengunduh karena harus memasukkan password. Aplikasi yang sudah terunduh inilah yang akan tersimpan dalam menu Aplikasi Terinstal dan bisa diakses oleh anak tanpa harus online.
Kelebihan aplikasi Anak Cerdas ini adalah sistem pengaturannya dikelola penuh oleh orangtua. Selain mengunduh game harus dengan password, orangtua dapat mengontrol seberapa lama aplikasi ini digunakan oleh anak. Laporannya akan dikirim melalui email bulanan kepada orangtua. Saat orangtua tidak bisa menemani anak menggunakan gadget, ubah pengaturan pada Zona Anak agar yang bisa diakses adalah aplikasi game unduhan dan latihan yang memang aman digunakan untuk anak secara mandiri.
Nah, bagi orangtua pun bisa memanfaatkan aplikasi Anak Cerdas ini untuk menambah wawasannya tentang Dunia Tekno. Berbagai informasi seputar teknologi dan kaitannya dengan problematika keluarga sehari-hari bisa dibaca pada menu Dunia Tekno.
Beberapa saran saya untuk pengembangan aplikasi Anak Cerdas ini antara lain adalah :
- Dengan kapasitas yang cukup besar aplikasi ini membutuhkan waktu untuk loading, tergantung kemampuan ponsel androidnya. Seandainya dibuat versi lebih ringan, tentu akan bisa diunduh oleh ponsel android dengan spesifikasi yang lebih luas agar lebih banyak anak-anak dari berbagai kalangan yang bisa menggunakannya.
- Untuk mengunduh berbagai permainan, cerita anak dan edukasi aplikasi ini terhubungkan dengan Playstore sehingga setiap kali mengunduh kita diarahkan pada Playstore. Ini cukup rumit dan memakan waktu. Saya berharap lebih banyak aplikasi yang terpadu dan telah ada saat kita mengunduh Aplikasi Anak Cerdas.
- Saat membuka menu Cerita Anak muncul iklan di bagian bawah layar. Iklan ini menurut saya kurang tepat berada pada aplikasi untuk anak karena anak akan terpecah konsentrasinya, lalu ingin memencetnya dan otomatis terarah pada Playstore.












pas banget gadgetnya Acer juga ya mbak Arin :)
BalasHapusPake Z5 lancar unduhnya
Hapusmantappp mba, semoga menang
BalasHapusTerimakasih..;))
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKENAPA DIHAPUS??? kamu jahat...wkwkw *lebay
Hapusnumpang eksis diblog mak arin :*
wkwkwk...soalnya sama dg yg atasnya. Harusnya biarin aja ya biar banyak
Hapuskerenn sekali. semoga makin menginspirasi.
BalasHapusTerimakasih mas Dhani...sukses buatmu yaaa
Hapusmau banget download aplikasinya mak, tapi belom punya gadgetnya..hiks, semoga beruntung ya mak.. :D
BalasHapusPake Pc juga bisa.
HapusPakai PC downloadnya bagaimana ya, Mbak?
HapusBiasanya adik saya, main game online Baby Hazel. Game ini baik g, ya?
Pengin Nyoba yang itu.
Tutorialnya di sinihttp://moocensusan.blogspot.com/2014/04/cara-install-aplikasi-anak-cerdas-via.html
HapusBaby hazel saya belum coba
http://moocensusan.blogspot.com/2014/04/cara-install-aplikasi-anak-cerdas-via.html?m=1
Hapusmak arin...pasti putrinya makin sayang sama mamahnya niih...
BalasHapusSepertinya begitu ...;)
Hapusduh, naksir hpnya :D
BalasHapusNtar juga dapat...sebagai best dress picture
HapusSenang bisa belajar dan bermain bersama anak dengan aplikasi ini yah, Mak :)
BalasHapushttp://chemistrahmah.com
Kadang diam2 pas hp anak nganggur saya yg mainkan. Hihihi
HapusMak Arin tuh kalo ngulas kupas tuntas...keren Mak, semoga menang yaaa..
BalasHapusEmang aku suka kupas bawang....eh kupas tuntas sesuatu
HapusAplikasi yang bisa membantu anak2 menjadi cerdas ya Mak.
BalasHapusHebatnya, peran orang tua dilibatkan juga ya disini?
Gutlak utk kontesnya Mak.
Yup...cerdas itu diawali dengan rajin latihan.
HapusMupeng aplikasinya, saya belum bisa unduh ke netbook walaupun dah ada tutorialnya sama mba Susan, hadeuhh gaptek kok ga sembuh2 ya?!!
BalasHapus