Jumat, 30 Mei 2014

'Me Time' Mama ke Inggris


Sebagai seorang mama, me time itu perlu. Penting banget malah!  Jeda diantara kesibukan penting untuk refreshing dan mengembalikan mood. Pada dasarnya manusia butuh bersosial dan butuh menyendiri (me time). Me time membuat kita jadi orang yang menyenangkan, memahami diri sendiri lebih baik dan positif serta siap menghadapi tantangan berikutnya.

Masalahnya, saya masih punya balita. Nggak mudah cari waktu buat me time. Kapan coba? 24 jam sehari hampir tidak ada waktu untuk sendiri dan melakukan hal-hal kesukaan saya.

Me time beda lho dengan istirahat, atau tidur. Me time biasanya merujuk pada waktu yang digunakan untuk melakukan kesenangan-kesenangan pribadi.

Saya mencari kesempatan di sela kesempitan me time. Biasanya, sambil menemani anak-anak bermain, saya curi waktu buat ngemil Mister Potato sambil baca buku. 

Malam hari sekalipun saya sulit bisa me time. Kalau anak-anak sudah tidur, saya pun ikut tidur karena mengantuk dan lelah.  Jangan dikira akhir pekan saya bisa me time. Big No! Akhir pekan jalan-jalan atau bermain dengan anak-anak. Beberapa kali kumpul kopdar dengan teman-teman saya, tapi tetap saja masing-masing bawa anak. Sebulan sekali ke salon tetap saja anak nempel dan ikut setiap proses keramas-potong-blow. Gimana kalau ingin pijat dan luluran, mana bisa? 

Lhaaa kok nggak bisa me time? Suami kemana? Bukan suami nggak mau momong anak,  tapi memang mereka yang tidak mau jauh dari saya. Apalagi tahu mamanya dekat-dekat situ aja. Hm, kayaknya harus me time yang jauh sekalian ya, misalnya ke Inggris, destinasi impian saya!

Btw, saya biasa me time ke Inggris loh! 

Gini, maksudnya me time biasanya saya isi dengan berbagai hal berbau keinggris-inggrisan. Apa saja tuh?

Saya suka menonton film Princess Diana dan suka membaca dan mencari tahu kisah-kisah Diana dan kehidupannya. Saya suka banget melihat keanggunan dan kecantikan Diana. She is the real princess in my heart
Gambar dari sini
Me time saya berikutnya dalah nonton Mr. Bean. Saya koleksi beberapa VCD nya. Biasanya keluarga suka nonton juga serialnya di televisi. Dari serial Mr. Bean khayalan saya melanglang buana ke Inggris. Saya nonton malam hari jika kebetulan tidak ikut tertidur bersama anak-anak.  Siapa yang nggak tertawa melihat episode Mr. Bean menyambut Ratu. Dia berjajar di antara pelayan dengan segala kekonyolannya. Episode favorit lainnya saat Mr. Bean ingin berfoto dengan prajurit penjaga istana. Sang prajurit tidak bergeming sedikitpun oleh ulah iseng Mr. Bean. Hahaha, ngakak habis deh!

Gambar dari sini

Selain Mr. Bean, pria tampan lain yang saya suka dari kerajaan Inggris adalah James Bond. Apalagi film-filmnya yang diperankan Pierce Brosnan. Jadi penasaran, setampan apakah pria-pria Inggris kebanyakan.

Tidak bisa bepergian bukan berarti menutup cakrawala saya. Dari dulu saya memang mengagumi alam dan perkotaan negara-negara Eropa, terutama Inggris. Kesan yang saya tangkap dari membaca buku, blog dan artikel travelling tentang Inggris adalah keanggunan dalam kemegahan, dan nuansa kuno berbalut moderen. Dua hal yang bertolak belakang namun mengagumkan.


Gambar dari sini
Gambar dari sini 

Kapan ya, bisa me time ke Inggris betulan? Mengunjungi ikon-ikon Britania raya dan menyinggahi stadion-stadion bolanya yang megah. Istana Buckingham, London Bridge, Bigband, museum-museum dan lain-lain.  Selama ini hanya sebatas khayalan. Me time yang murah dan gratis ya itu tadi, menikmati buah karya Inggris dari kejauhan. 

Pengen banget bisa me time ke Inggris betulan. Benar-benar pergi ke sana.  Ssst, seumur-umur saya belum pernah ke luar negeri. Pastinya akan banyak cerita saya bawa pulang.

Apalagi saya suka banget wisata sejarah dan budaya.  Buat saya, keindahan Inggris bisa dilihat dari kejauhan. Tapi kalau budaya masyarakatnya harus ditemui langsung. Hembusan udara yang dingin harus dirasakan langsung. 

Saat me time malam hari, sambil mendengarkan radio lagu-lagu penyanyi Inggris (Coldplay, Beatles, Ronan Keating, Rolling Stones dll), pikiran saya malah membayangkan seperti apa kira-kira kehidupan di sana. Apakah mama-mama di Inggris juga begadang seperti saya. Eh, kalau di waktu yang sama, mama-mama di Inggris sedang apa ya? Kan disana beda sekitar 6 jam. Kalau di Indonesia jam 22.00, di Inggris jam 16.00.  Mungkin sedang menjemput anak-anaknya dari daycare. Wah, sama dong seperti saya, jemput anak sore hari (hehehe, mencari kesamaan). Terus bagaimana transportasinya? Kena macet nggak ya? Anaknya suka jajan nggak ya? Bagaimana kira-kira anak-anak mandiri ala kehidupan Inggris? Banyak, ya banyak, tentang sosial budaya yang ingin saya lihat langsung. 

Nah, anak-anakku dan suamiku, Mama pengen me time ke Inggris. Nggak lama, 7 hari saja. Boleh ya? Diijinkan ya? Nanti Mama bawakan oleh-oleh untuk kalian.  Dan pastinya, Mama pulang dengan pikiran yang fresh, siap menjalani hari-hari bersama kalian. 






7 komentar:

  1. Maaauuu doonk diajak ke Inggris.Kita me time disanaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mauuu bangett...nunggu gratisan Mister Potato mbak Nung, kalau pergi sendiri nggak kuat ongkosnya

      Hapus
  2. Aku skip dulu mak lomba ini, lagi puyeng mau pindahan. Btw kalau Inggris pengin deh pesta dansa dengan pangeran2 yang ganteng2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar aku wakilin dansanya mak Lusi..hahaha...mau nitip salam ke siapa? Sini nitip sama aku. Aamiiin...ngarep banget bisa ke Inggris

      Hapus
  3. emang susah ya cari me time... mudah2an dibantuin me time ke Inggris sama mister ya mbak.... :D

    BalasHapus
  4. kalau ke Inggris jangan lupa oleh2nya mbak

    BalasHapus