Wow, tahun ini Taman Mini "Indonesia Indah" (TMII) sudah berusia 39 tahun ! Di usia ini, TMII semakin memantapkan diri sebagai aset negara yang berperan dalam pembangunan karakter bangsa. TMII merupakan objek vital nasional yang terdiri dari Taman Satwa Taman Konservasi, Wahana Toleransi dan Kerukunan Umat, Wahana Keberagaman Museum, dan Wahana Perekat Persatuan Dan Kesatuan Bangsa. TMII lebih dari wahana wisata semata.
Adalah kabar baik bahwasanya TMII diajukan sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda kategori Best Practices UNESCO. Dalam kenyataannya, TMII harus bersaing positif dengan wahana wisata dalam negeri dan luar negeri.
Kesanku untuk TMII
Saya cukup sering ke TMII. Alasannya karena cukup dekat dengan Bogor tempat domisili saya. Jalanan menuju TMII juga tidak terlalu macet. Tentunya alasan biaya tiket masuk yang murah juga menjadi daya tarik. Dengan tiket murah, saya dan keluarga bisa menikmati wisata edukatif.
Beberapa lokasi yang sudah saya kunjungi adalah anjungan rumah adat, menonton film di Keong Emas, Taman Burung, Museum Zoologi dan Aquarium air tawar, dan baru-baru ini kami mengunjungi Pusat Peragaan Iptek (PP Iptek). Dalam satu kali kunjungan ke TMII biasanya hanya bisa 2-3 lokasi karena kami betah berlama-lama menikmati suasana.
Saya menilai PP Iptek sebagai wahana edukasi yang sangat menarik. Buktinya, anak-anak saya betah berlama-lama mencoba satu demi alat peraga Iptek. Ada alat pembuatan film kartun, bola listrik, bola magnet, rumah gempa, simulasi tsunami, peraga gelombang, tuas, sepeda kawat dan banyak lagi.
Kami mengendarai kereta api yang relnya di atas (aeromovel) untuk berkeliling dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Kereta api ini berbayar. Kami juga mencoba sepeda khusus untuk berkeliling.
Dalam dua kunjungan terakhir tahun 2013, saya melihat perubahan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu bertambahnya volume kendaraan roda empat milik pengunjung yang berkeliling di dalam TMII. Hmm, jadinya jalanan di dalam TMII macet parah.
Saya menilai PP Iptek sebagai wahana edukasi yang sangat menarik. Buktinya, anak-anak saya betah berlama-lama mencoba satu demi alat peraga Iptek. Ada alat pembuatan film kartun, bola listrik, bola magnet, rumah gempa, simulasi tsunami, peraga gelombang, tuas, sepeda kawat dan banyak lagi.
Dalam dua kunjungan terakhir tahun 2013, saya melihat perubahan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu bertambahnya volume kendaraan roda empat milik pengunjung yang berkeliling di dalam TMII. Hmm, jadinya jalanan di dalam TMII macet parah.
TMII tercinta, berbenahlah dan go international.
Berhubung saya cukup sering ke TMII dan memiliki banyak kesan, saya juga ingin menyampaikan masukan-masukan untuk pengelola TMII.
- Kebersihan adalah daya tarik utama setiap tempat wisata. Melihat banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan yang meninggalkan sampah sembarangan, perlu kiranya pengelola TMII menambah jumlah tenaga kebersihan sekaligus menerapkan aturan ketat agar pengunjung menjaga kebersihan. Saya yakin masyarakat mau diajak bergerak bersama, hanya perlu diingatkan lebih sering dan dikondisikan bahwa membuang sampah sembarangan itu memalukan. Tentunya pengelola juga harus menyediakan tempat sampah pada berbagai titik dalam jumlah cukup.
- Alangkah baiknya apabila pada masing-masing anjungan rumah adat dan tempat ibadah terdapat petugas yang berperan sebagai pemandu dalam rasio jumlah personel memadai dengan banyaknya pengunjung. Di anjungan-anjungan ini juga diharapkan suasana lebih "hidup" dan dinamis dengan atraksi kesenian daerah yang disajikan oleh seniman profesional. Atraksi kesenian dibuat terjadwal lebih sering setiap hari pada jam-jam tertentu.
- Perlu disediakan sebuah area terpadu khusus untuk foodcourt (pusat jajanan) dan pusat oleh-oleh atau souvenir pada satu atau dua lokasi. Tujuannya agar di dalam anjungan tidak ada lagi yang berjualan souvenir khas daerah dan di area halaman atau trotoar anjungan tidak ada yang berjualan makanan. Kebijakan ini juga secara otomatis akan mengurangi jumlah sampah yang dibuang sembarangan.
- Perlu ditambah transportasi umum dalam TMII agar pengunjung dapat terfasilitasi pergi ke berbagai lokasi. Bentuknya bisa berupa bis terbuka atau sepeda seperti yang saat ini sebagian sudah ada. Pengunjung tidak lagi diperkenankan mengendarai mobil di dalam TMII. Hal ini untuk mengurangi jumlah kendaraan yang beredar di dalam TMII dan menyebabkan kemacetan. Sebagai konsekuensinya, pengelola harus menyediakan tempat parkir yang memadai karena jumlah pegunjung hampir tak pernah sepi.
- Perlu adanya perawatan bangunan secara intensif mengingat TMII sudah cukup lama berdiri. Saya melihat memang sebagian bangunan direnovasi. Termasuk penambahan obyek-obyek baru. Tapi masih banyak bangunan yang catnya sudah terlihat tua, dan rumput-rumput di sekitarnya tinggi.
- Untuk berbagai bentuk pengembangan tersebut tentunya dibutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Apalagi harga tiket masuk TMII termasuk sangat murah, tidak cukup untuk pembangunan intensif. Apabila kebijakan menaikkan harga tiket dianggap kurang pro rakyat, artinya pengelola TMII harus lebih intensif lagi mencari dana.
Demikian saran dan masukan dari saya sebagai tanda cinta pada ulang tahun TMII yang ke 39. Semoga semakin berkilau dan mampu bersaing dengan wahana wisata dunia.
Sebelum beranjak, yuk saksikan video berikut dan naik kereta api bersama kami :)
Sebelum beranjak, yuk saksikan video berikut dan naik kereta api bersama kami :)





Aku malah gak sempat naik kereta :D
BalasHapusNaik dong...masa naik halilintar aja berani, naik kereta gak dicobain. Beda loh sama commuter line hihihi
BalasHapusbelum semua TMII saya kunjungi, habisnya luas banget, trus bayar lagi bayar lagi.. cuma anjungannya saja yg ga bayar lagi.. :)
BalasHapusKalau museum2 murah kok... kurang lebih 10 ribuan sudah puas. Tapi iya sehari cuma bisa dikit karena betah berlama2
Hapustakut naik kereta gantungnya. wkwkwk
BalasHapusSamaaaa, aku juga takut hahaha
Hapuswaah aku seneng naik kereta gantungnyaa.. asyiikkkk.. tapi ya kalau ke TMII waktu sehari gak cukup buat keliing seluruh TMII hehhee
BalasHapusAku juga paling senang naik kereta gantungnya. Justru kereta gantung itulah daya tarik utama TMII karena bisa menimbulkan ilusi seolah-olah sudah keliling Indonesia hanya dalam tempo satu jam.
HapusAku tertarik dengan saran membuat jadwal atraksi kesenian. Mestinya museum-museum atau anjungan-anjungan di TMII itu punya agenda membuat acara, baik itu berupa pertunjukan, workshop, atau pameran. Agenda itu mestinya dipromosikan di situs-situs pariwisata sehingga menginformasikan kepada turis lokal bahwa di TMII ada acara menarik. Dengan adanya agenda acara yang jelas, turis akan memberi prioritas lebih untuk mengunjungi TMII dan pada akhirnya ini akan meningkatkan pemasukan bagi TMII sendiri.
iya, atraksi atau agenda lainnya yang membuat TMII lebih hidup dan semarak
Hapussaya blm pernah ngajak anak2 ke PPITEK, kayaknya bagus buat anak-anak, nih
BalasHapusKalau naik kereta monorelnya mundur saya takut mabok Mba. Jadi jalan kaki aja deh kalau menikmati TMII. he,, he,, he,,
BalasHapusSalam
banyak yang bisa di explore di TMII ya mbak
BalasHapus