Selasa, 29 April 2014

Memori Gunung Jaaz


Lihatlah foto- foto ini. Sebuah memori pada sebuah tempat. Tahun 1981. Gunung Jaaz. Sebuah bukit nan gersang di tengah kota kecil Trenggalek. Di tengah kota.

5 gadis mendaki. Membawa makanan dan minuman sekedarnya. Mereka mengenakan rok, bahkan ada yang pakai rok span (kerucut). Kok bisa? Tanpa celana gunung, jaket dan ransel seperti pendaki gunung sekarang. Tanpa kawalan petugas keamanan. Bayangkan, 5 gadis mendaki gunung sunyi.


Masuk akal, gunungnya hanya sebuah bukit yang tidak terlalu terjal. Dari rumah-rumah penduduk kota masih terlihat mereka yang mendaki. Tak perlu pengamanan, karena Trenggalek sangat aman. Saling kenal sesama penduduknya.



Gunung Jaaz nan gersang. Tapi suhu bumi 30 tahun lalu tak sepanas sekarang. Semilir angin lereng cukup menjadi peneduh. 

Pada sebuah gundukan, bekal pun dimakan. Serantang rujak petis dan kerupuk. Enaknyaaaa....

Kini, tak jamannya anak-anak naik Gunung Jaaz lagi. Bukan tidak mau, tapi tidak sempat. Terlalu sibuk sekolah dan les sana-sini.

Kini, di kaki Jaaz sudah dibangun beberapa warung yang menggiurkan. Dari sego pindang sapi, nasi gurih ayam lodho campur urap, bothok tawon, bothok lamtoro, nasi pecel, atau segarnya nasi rawon. Memori, oh memori. Hatiku merindukanmu, Gunung Jaaz. Dan perutku merindukanmu, kuliner Trenggalek yang rasanya nomor satu sejagad.

Kalian, harus datang melihatnya, mencobanya. Di Trenggalek. Sebuah kota kecil pantai selatan, tetangga (jauh) Australia.

Terakhir ingin kubertanya kepada dewan juri Give Away ini, yang manakah diriku dalam foto ini ?



 “A Place to Remember Giveaway”


10 komentar:

  1. yg paling kecil ya Mak... hehehe
    Sama Mak, kecil saya juga suka mendaki perbukitan yg mengelilingi kampung, dikejar babi hutan, bakar singkong yg dikira liar pdhl punya orang wkwkwkwk... cari ranting kering buat kayu bakar... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. whaat? dikejar babi hutan...syerem amat... benar-benar di pedalaman ya mak hehehe,,
      kalau gunung Jaaz di tengah kota, jadi populasinya cuma pohon :)

      Hapus
  2. melihat foto paling atas, saya jadi ingat, dulu saya menempel foto di album dgn menggunakan kata2 yang saya gunting dari majalah/tabloid :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu jaman belum punya komputer apalagi printer ^_^

      Hapus
  3. dirimu yang masih kecil itu ya mak? model rambutnya sama... hahahaha (*clue ngasal).

    BalasHapus
  4. Eerrr...udah lah harus menilai, masih dibonusi pertanyaan pulaak... hukuman untuk penulis artikel ini adalah mengirim oleh2 utk makjur cantik muahahahaa...

    Keren bener mak namanya Jaaz, asyik yak piknik2 begitu. Fotonya vintage banget dan berkesan kuno. Pake filter apa mak ngolahnya wkwkwkkk... *dikutuk jadi org cantik selamanya sama mamanya Cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menangin dong...kategori khusus foto terjadul wkwkwkw

      Hapus
  5. Gunung Jaaz dekat kota? itu daerah mana ya mbak? sebelah mana dengan alun-alun? Saya orang Greathelp (tulungagung). Apa mungkin Jaaz Hill udah diubah sekarang?

    BalasHapus
  6. baru tahu ada gunung namanya gunung jaaz , mirip jazz hehehe

    BalasHapus