Minggu, 10 Maret 2013

Pencegahan Infeksi pada Bayi dan Anak



Pada tanggal 9 Maret 2013, bertempat di RS Hermina, Bogor, saya hadir dalam seminar yang diselenggarakan majalan Parents Indonesia. Seminar ini dibawakan oleh dr.Yuswandi, SpA, beliau dokter anak di RS Hermina Bogor. Materinya adalah tentang pencegahan infeksi pada bayi dan anak. Intisarinya saya tuliskan di sini. Semoga bermanfaat :)

parentsindonesia.com
Angka kematian bayi dan anak di Indonesia cukup tinggi. Setiap tahun ada 48 bayi meninggal dari 1000 yang lahir hidup, dan 58 anak meninggal dari 1000 yang lahir hidup. Penyebab utamanya adalah infeksi.

Penyebab infeksi adalah penyakit dalam wujud bakteri dan virus. Penyakit yang sering ditemukan menjadi penyebab kematian adalah Pneumonia 23.6%, diare 15.3%, infeksi berat 15.1%, penyebab lainnya (termasuk kecelakaan) 14.7%, neonatal 8.2%, typhoid 3.8%, malnutrisi berat 3.7%, malaria 2.9%, campak-komplikasi 2.9%, muntah-dehidrasi 1.6%, batuk pertussis 0.2% dan tidak teridentifikasi 0.05%. Dua penyebab paling besar adalah Pneumonia dan diare.

Pneumonia adalah infeksi akut paru disebabkan oleh bakteri Pneumokokus. Akibatnya terjadi radang paru dan paru seperti terendam cairan. Gejala pneumonia antara lain demam, batuk, nafas sesak dab cepat. Kasus baru ditemukan pada 1 dari 3 anak balita. Di Indonesia, setiap satu jam 3 balita meninggal kareba pneumokokus.


Bakteri pneumokokus masuk ke dalam tubuh saat menghirup udara dari lingkungan sekitar. Bisa juga kareba abak memasukkan tangan yang terkontaminasi ke dalam mulut. Kemudian bakteri dapat berkembang biak dalam tubuh dan menyebar ke telinga, paru-paru, otak dan sistem aliran darah. Akibatnya bisa mengarah pada radang selaput otak, radang paru, infeksi darah dan radang telinga tengah.

Cara perlindungan adalah dengan menjaga kontak dari orang yang sakit batuk, menjaga kebersihan udara dengan rajin membersihkan debu, rajin cuci tangan, meningkatkan daya tahan anak dengan asupan nutrisi dan memberi perlindungan anak dengan imunisasi.



Dokter juga menjelaskan tentang Diare. Yaitu kondisi dimana anak buang air besar lebih dari 3 kali per hari dengan konsistensi feses lembek atau cair. 
(dengan catatan: bayi ASI Ekslusif tidak tergolong dalam definisi ini)

Diare menyebar secara akut melaui air, debu dan makanan yang membawa bakteri, virus dan parasit masuk ke saluran pencernaan.  Diare merupakan pembunuh terbesar kedua pada balita. Sekitar 70 anak setiap jam dan 2000 anak setiap harinya di negara berkembang meninggal karena diare rotavirus. 

Butuh waktu 2 hari sebelum gejala diare muncul. Gejala umumnya adalah demam, muntah, mencret, nyeri perut, hilang nafsu makan dan kehilangan cairan (dehidrasi).

Diare yang disebabkan virus kebanyakan kasus anak positif rotavirus.  Anak yang positif terkena rotavirus lebih sering dehidrasi dan muntah. Karena muntah, orangtua atau perawat lebih sulit memberi asupan air. Akibatnya bisa terjadi komplikasi berupa diare berat, dehidrasi, gangguan elektrolit, dan asidosis metabolik. Dehidrasi berat butuh perawatan di rumah sakit. 

Cara pencegahannya adalah dengan sanitasi lingkungan dan cuci tangan sesering mungkin.  Sedangkan untuk penyembuhannya adalah dengan memberi nutrisi yang mensupport imunitas tubuh, juga memberi asupan cairan yang cukup secara terus menerus.

Khusus diare karena virus, kuman tidak bisa dimatikan melainkan bertahan di dalam tubuh dan akan berulang kalau tubuh sedang turun imunitasnya. Karena itu cara terbaik adalah meningkatkan imunitas tubuh. 


Baik Pneumonia dan Rotavirus saat ini sudah bisa dicegah dengan imunisasi. Sayangnya belum disubsidi oleh pemerintah, jadi harganya masih lumayan :)

Karena kesehatan anak adalah prioritas, jika mampu membayar imunisasi kenapa tidak?

depositphotos.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar