Kamis, 16 Mei 2013

Menikmati Kesan Kampung Halaman

Menjelang liburan hari raya, Cinta (7 tahun) sudah bercerita tentang rencana sebagian temannya yang berlibur ke luar negeri  . “Lalu kita kemana Ma? “ tanya Cinta.  “Ke rumah Mbah Uti di Trenggalek”, jawab saya.  Kenapa saya memilih mudik? Pertimbangannya, dalam setahun kami hanya punya dua kali masa liburan panjang, Inilah kesempatan bertemu keluarga besar.  Semula saya menduga Cinta akan kecewa dengan rencana saya untuk mudik ke kota kelahiran saya. Ternyata, Cinta langsung senang.

Perjalanan dengan mobil berlangsung seru.  Cinta dan Asa menikmati pemandangan sambil ngemil .



Pada jalur yang kami lalui terlihat pohon-pohon jati yang tengah menggugurkan daunnya.  Pemandangan daun jati berguguran ini tampak indah serupa musim gugur di Eropa.  Sepanjang perjalanan, anak-anak dapat melihat landmark dan tugu yang unik  yang menggambarkan potensi yang ada di daerah tersebut.  Ada Tegal adalah kota bahari, Pekalongan dan Solo kota Batik, Cirebon kota udang, Brebes daerah produksi telur asin dan bawang merah, dan Ponorogo kota reog.



Setelah membutuhkan waktu 30 jam, kami tiba di Trenggalek.  Daya tarik rumah Mbah Uti bagi cucu-cucunya adalah suasana rumah besar, halaman luas dan tentunya karena saat kami datang keluarga besar berkumpul.  Suasana keluarga besar yang hangat ini yang selalu dirindukan anak-anak.

Trenggalek adalah kota kecil.  Jalan-jalan tampak lengang , teduh dan pepohonan rapi. Tidak ada kemacetan, tidak ada gelandangan,  tidak ada “polisi gopek” dan tidak ada sampah berserakan. Di beberapa lokasi, terdapat sawah yang di tengah kota.




Di sisi lain, Trenggalek sangat kaya masakan kuliner.  Kebanyakan cenderung pedas dengan bumbu khas cabe rawit. Untuk anak-anak bisa mencoba dawet, cenil, ireng-ireng, owal awil, madu mongso dan aneka jajanan yang manis.



Saat kami mudik, di stadion sedang digelar pasar malam.  Jenis permainannya masih sederhana.  Jauh berbeda dengan yang ada di Dunia Fantasi.  Tapi namanya anak-anak, apapun kondisinya, permainan tetap saja menyenangkan.



Satu minggu telah dihabiskan berlibur ke Trenggalek.  Anak-anak membawa pulang kesan mendalam tentang kehangatan keluarga besar, mengetahui kenangan masa kecil mama, menikmati kota kecil yang damai dan serunya perjalanan jarak jauh. Jadi, mudik ke kampung halaman tidak kalah seru kok!


Cerita ini diikutkan dalam Lomba Serena Biskuit "Me and My Family"



4 komentar:

  1. wua.. senengnya yang lagi menimati kampung halaman.. damae udah hampir setahun ini ga ke kampung halaman, ^_^

    BalasHapus
  2. wow...reportase yang lengkap bersama Serenanya! Seneng rasanya bersama keluarga !
    Salam Kenal Bu dengan Pak Guru dari daerah !
    One sm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Pak Iwan. Kalau saya memang lebih suka suasana kampung pak, adem, tenang...tapi saat ini terdampar di kota, jadi ya disyukuri.

      Hapus