Kamis, 21 November 2013

Menerbangkan Lampion

Pertama kalinya buat kami menerbangkan lampion. Tak lain adalah pada saat bermalam di Sariater Camping Park.  Setelah acara family time bersama mbak Ratih Ibrahim, Psikolog, kami diminta menuliskan harapan. Lalu menerbangkan lampion sebagai simbol menerbangkan harapan. Buat saya, bukan menerbangkan harapan..tapi menerbangkan lampion, meraih pengalaman dan biarlah harapan tetap dihati kami :)

Sssst...harapan Cinta ternyata ingin sering berkemah seperti saat itu :)





Setidaknya, kami tahu proses menerbangkannya. Lampion telah disediakan oleh panitia. Bahan lampion adalah kertas tipis seperti kertas minyak, berbentu tabung. Pada bagian bawahnya ditempelkan kerangka kawat yang berbentuk melingkar. Di tengah lingkaran diberi bahan yang bisa terbakar, sepertinya kotak gabus dengan spiritus sedikit.

Saya berdua dengan Cinta yang akan menerbangkan lampion.  Cinta memegang tepian kertas, saya menyulut api. Perlahan demi perlahan tabung kertas mengembang. Kami terus memegangnya, jangan dilepas sampai mengembang penuh.  Dengan sendirinya saat udara panas masuk ke dalam tabung, lampion akan mengembang dan melayang.  Nah, saat sempurna mengembang kita bisa melepaskan lampion terbang.

Mau coba? Seruuu..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar