Sabtu, 07 Desember 2013

Ayah Siaga Kehamilan

Apakah anda seorang suami yang baru saja mendapat kabar gembira bahwa istri positif hamil? 
Selamat, anda akan segera menjadi ayah !

http://www.themankipedia.com/wp-content/uploads/2012/02/Pregnant_Couple2.jpg

Saatnya anda merayakan berita gembira ini. Agar kegembiraan ini menjadi kenyataan, calon ayah harus mendukung dan memenuhi kebutuhan ibu selama kehamilan, dan kelak saat menyusui. Kesehatan calon buah hati anda sangat tergantung pada kesehatan ibu. Keterlibatan ayah akan mempermudah ibu menjalani masa selama hamil dan menyusui. Hal ini berdampak besar pada kesehatan dan kebahagiaan ibu dan calon buah hati. Peran positif ayah terbukti meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan, dan meningkatkan produksi ASI.

Seorang wanita hamil mengalami perubahan besar dalam kehidupannya, baik fisik ataupun mental. Proses ini sangat membahagiakan , namun sekaligus melelahkan. Ibu akan mengalami cepat lelah, mual, muntah, dan mudah mengantuk. Perubahan fisik dan hormon menjadikan ibu sering tidak fokus pada pekerjaan, emosi naik turun dan merasa rendah diri. Tidak heran, ibu jadi mudah lupa pada sesuatu. Padahal begitu banyak urusan ibu selama hamil, banyak aturan kesehatan yang harus ditaati, pola makan baru bagi ibu, serta memenui berbagai kebutuhan ibu dan calon bayi. Tidak mudah bagi ibu untuk mengingat dan memenuhi semuanya seorang diri. Karenanya, ayah, ayo bantu ibu menjaga kehamilannya!


Peran Ayah

Ayah tidak mungkin menggantikan ibu hamil, namun ayah dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Selama masa kehamilan, bantu ibu memperhatikan kebutuhan nutrisinya. Ibu membutuhkan nutrisi dan energi yang lebih banyak untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu. 
  • Bantu ibu mengurus pekerjaan rumah tangga. Kegiatan fisik ibu yang membutuhkan energi besar sebaiknya dibantu oleh ayah. Ingatkan ibu untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang membahayakan otot-otot sekitar rahim. Ayah dan ibu dapat mempelajarinya dari internet, buku, majalah, atau berkonsultasi pada bidan dan dokter. 
  • Ciptakan suasana nyaman dan membahagiakan bagi ibu. Sebagian ibu merasa sangat percaya diri dengan tubuhnya saat hamil, namun tidak sedikit yang merasa rendah diri dengan perut membuncit. Yakinkan ibu, bahwa ayah semakin mencintainya 
  • Berempati pada keluhan ibu. Bantu ibu mengatasi keluhan mual, muntah, lelah, pegal, kram, sulit tidur dan sebagainya. Juga bantu ibu mengatasi rasa cemas dalam menghadapi proses persalinan.
  • Ayah ikut aktif memantau perkembangan kehamilan dan berkomunikasi dengan janin. Antarkan ibu untuk periksa setiap bulan pada bidan atau dokter. 
  • Ayah sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok, apalagi saat berada di dekat ibu . Asap rokok dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.
  • Mengingatkan rambu-rambu makanan bagi ibu hamil seperti tidak meminum alcohol, membatasi minum kopi maksimal 2 cangkir sehari, berhati-hati pada hati atau produk yang mengandung hati, karena mengandung retinol yang dapat membahayakan perkembangan bayi, memasak daging dan telur agar terhindar dari bakteri yang membahayakan bayi dalam kandungan, serta memilih seafood, atau ikan dari sumber yang tidak tercemar zat merkuri.
  • Ayah ikut menahan diri tidak memakan makanan yang menjadi pantangan ibu hamil seperti durian, sate kambing, junkfood, gula dan garam berlebihan. Tujuannya agar ibu tidak tergoda memakannya.
  • Ayah dan Ibu tetap dapat melakukan seks rutin, namun penuh kehati-hatian. Perlu diingat, kondisi tubuh ibu yang berbeda dari sebelumnya serta menjaga keselamatan dan keamanan janin.

Menjadi ayah menyusui

Menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu, namun juga tanggung jawab ayah. Peran Ayah sangat diperlukan demi suksesnya ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Menjadi ayah menyusui atau breastfeeding father dapat dilakukan dengan cara :

  • Mencukupi kebutuhan nutrisi ibu sama seperti ketika masih hamil
  • Membantu mengasuh bayi terutama di malam hari agar ibu dapat beristirahat. Ibu yang lelah maka produksi ASI nya akan turun. Aktifitas ini juga dapat meningkatkan kelekatan ayah dengan anak.
  • Memberikan perhatian, misalnya memijat lembut, membuatkan minum, atau berkata manis pada ibu. Ibu yang bahagia akan memproduksi ASI lebih banyak.
  • Mendengar keluh kesah ibu dan membagi kerepotan dan kesulitan mengasuh bayi bersama. Pasca melahirkan ibu biasanya mengalami stres dan babyblues yang dapat berakibat pada berkurangnya produksi ASI
  • Berkoordinasi dengan orangtua, mertua, serta keluarga besar agar mendukung pemberian ASI ekslusif.

(Tulisan ini terinspirasi oleh Ayah Ari Budiawan ^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar